OY! Kamu sering nggak sih, merasa setiap akhir bulan kok uang kamu sisanya sedikit banget? Kemudian, bulan depannya begitu lagi, lagi dan lagi. Kalau jawabannya adalah ‘iya’, mungkin sudah saatnya kamu mulai melakukan pencatatan keuangan.

Hal sesimpel mencatat – baik di buku, spreadsheet atau aplikasi smartphone – berapa banyak uang yang kamu terima dan berapa banyak yang keluar dapat membuat perubahan yang besar lho. Kamu bisa melihat dengan lebih jelas ke mana saja uang kamu selama ini dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang lebih bijaksana.

Ini bahkan bisa membantu kamu untuk menghindari hal-hal nggak penting seperti pembayaran yang terlambat serta denda. Selain itu, hal ini juga bisa membantu kamu menelisik lebih jauh lagi di bagian mana penghematan bisa dilakukan tanpa perlu pusing memotong sisa uang kamu. Pada akhirnya, ini semua akan membantu kamu untuk lebih bijaksana dan nggak boros agar mampu menabung untuk masa depan yang lebih cerah.

Berikut enam langkah praktis yang bisa segera kamu lakukan untuk mencapainya:

1. Tambahkan semua pendapatan kamu

Kalau kamu sudah berkeluarga atau masih tinggal bersama keluarga, kamu bisa mulai dengan menjumlahkan pendapatan setelah pajak dari semua anggota keluarga di dalam rumah. Kalau pendapatannya berbeda lumayan besar, tambahkan total pendapatan selama beberapa bulan dan hitung rata-ratanya. Tapi ingat, kamu nggak perlu memasukkan uang yang belum pasti kamu dapat seperti uang bonus.

Nah, kalau kamu masih bujang dan tinggal sendiri, tentu menghitung pendapatan kamu akan lebih mudah. Pastikan juga kamu menambahkan uang dari berbagai pekerjaan sampingan yang kamu punya ya!


2. Pantau pengeluaran kamu

Buat dan catat semua pengeluaran bulanan kamu: sewa kos, bayar listrik, asuransi, belanja bulanan, bensin, cicilan motor dan mobil, internet serta pulsa adalah beberapa hal yang umumnya perlu dibayar oleh semua orang. Kalau kamu punya pengeluaran lainnya seperti tagihan kartu kredit atau cicilan barang elektronik, dimasukkan juga ya supaya kamu bisa memastikan bahwa uang yang masuk setiap bulannya lebih banyak dibandingkan dengan uang yang keluar.


3. Hati-hati berbelanja barang nominal kecil

Kamu mungkin masih memiliki pengeluaran cukup besar yang sulit untuk dimasukkan ke dalam kelompok belanja bulanan, misalnya, uang tunai yang kamu tarik dari ATM untuk keperluan sehari-hari. Atau mungkin biaya transfer antar bank yang nggak kamu sadari membengkak setiap bulannya. Nah, kamu bisa mulai mencoba untuk melacak pengeluaran-pengeluaran ini dengan membawa buku catatan pengeluaran selama 4 minggu ke depan. Selanjutnya, kamu bisa menggunakan hasilnya untuk menghitung rata-rata berapa banyak uang-uang receh tersebut yang keluar setiap bulannya.

4. Bersiap untuk hal tidak terduga

Sering kali, pengeluaran ‘tidak terduga’ dapat membuat perencanaan keuangan yang sudah tersusun dengan rapi menjadi berantakan. Beli traktiran untuk rekan kantor setiap kamu ulang tahun? Ada konser dadakan dari artis favorit kamu? Nah sebetulnya kamu bisa menghitung lho kira-kira pengeluaran-pengeluaran ini akan menghabiskan berapa banyak dalam satu tahun. Hitung angka kasar terburuknya dan masukkan ke dalam perencanaan keuangan kamu!

5. Cari pengeluaran yang bisa kamu kurangi

Kalau kamu memiliki pengeluaran lebih banyak dari yang kamu terima, membuat perencanaan keuangan dapat membantu kamu menemukan hal-hal yang bisa kamu kurangi agar nggak terlalu boros. Misalnya, mungkin saja kamu bisa berhenti berlangganan TV kabel yang sebetulnya nggak pernah kamu tonton. Atau berhenti saja dari keanggotaan gym kalau kamu nggak pernah punya waktu untuk berolahraga! Seandainya kamu ingin berbelanja, tunggu hingga tanggal-tanggal diskon dan manfaatkan promo yang banyak tersedia!

6. Manfaatkan teknologi!

Zaman sudah berubah dan semuanya berjalan dengan sangat cepat. Mungkin itu salah satu penyebab kenapa kamu nggak pernah mencatat dan membuat perencanaan keuangan, ya ‘kan? Kamu nggak punya waktu yang cukup untuk duduk selama 1-2 jam dan mencoba mengingat semua pengeluaran kamu selama beberapa hari terakhir. Kamu sebetulnya bisa menggunakan teknologi yang sudah banyak tersedia di sekitar kamu. Misalnya, kalau kamu sudah mengaktifkan rekening bank kamu agar bisa diakses secara online, biasanya kamu bisa mengunduh mutasi rekening sehingga nggak perlu repot mencatat semuanya satu-satu.

Aplikasi keuangan juga tersedia banyak dan bisa dipilih yang cocok serta sesuai dengan kebutuhan kamu. OY! sendiri memungkinkan kamu untuk menghubungkan semua kartu debit milikmu sehingga untuk melihat pengeluaran yang kamu lakukan, nggak perlu repot lagi. Yang masih harus kamu lakukan secara manual hanyalah pengeluaran-pengeluaran receh serta pengeluaran yang menggunakan uang tunai.

Download aplikasi OY!

OY! Indonesia untuk Android